Tools & Kalkulator Bisnis Digital untuk Praktisi Jasa Profesional
@rachwanarna
Master Kalkulator Studio Arsitek
Durasi proyek, fee arsitek, fee interior, profit, add-on, ringkasan biaya, dan standar honorarium IAI β alat yang saling terhubung dalam satu alur kerja, dari estimasi waktu sampai keputusan harga.
βΆ β οΈ Catatan cara kerja kalkulator β klik untuk buka/tutup
Alur data antar-tab
Tab Durasi β Fee Arsitek β Profit saling terhubung otomatis. Ubah luas/durasi di tab Durasi, tab Fee & Profit ikut berubah. Durasi tiap tahap juga bisa diisi manual (centang di tab Durasi) kalau kamu tidak mau pakai hitungan otomatis β Status Deadline tetap ikut menyesuaikan otomatis walau durasinya diisi manual.
Fee Arsitek & Fee Interior memakai metode HPP
Cara hitung fee memakai rincian biaya per item β tabel Personel (A), Bahan Baku/Operasional (B/C), cadangan tak terduga 10%, laba studio yang bisa diedit, dividen principal/fee marketing, dan analisa Nilai Deal vs Harga Ideal. Total Jam Kerja dari tab Durasi hanya info silang, tidak dipakai di rumus.
Tab Profit mengikuti tab Fee Arsitek
Biaya proyek di tab Profit ditarik otomatis dari Total Modal tab Fee Arsitek β tinggal satu kolom "Biaya Tambahan di Luar Item HPP" untuk hal yang belum tercatat di tabel A/B/C. Tiga skenario harga memakai Harga Ideal, Nilai Total Penawaran, dan Nilai Deal Aktual.
Input Proyek
Timeline Tahapan Proyek
Tahap Proyek
Durasi (hari)
Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Mode otomatis: durasi tiap tahap dihitung dari luas bangunan, faktor kompleksitas, faktor revisi, dan jumlah tim. Centang di atas untuk mengisi durasi tiap tahap sendiri (misal berdasarkan pengalaman proyek serupa).
Ringkasan Durasi & Status Deadline
Total Durasi Proyek
0 hari
0 minggu Β· 0 bulan
Tanggal Selesai Realistis
β
Status Deadline
β
Durasi diminta klien (dari tanggal mulaiβdeadline)β hari
GO = deadline klien cukup longgar. TOO TIGHT = mepet (β₯80% dari estimasi realistis). IMPOSSIBLE = deadline klien lebih pendek dari 80% estimasi realistis β sangat berisiko.
Metode Fee Arsitek di sini memakai pendekatan HPP (Harga Pokok Produksi) dari Kalkulator HPP Jasa Arsitek: rincian biaya per item (personel, bahan, operasional) β bukan lagi jam Γ tarif. Luas bangunan ditarik otomatis dari tab Durasi; total jam kerja ditampilkan di sini hanya sebagai info silang.
A. Gaji Tetap & Tenaga Ahli Rp
Tambah/hapus baris sesuai struktur tim studio. Kolom Tipe (Inhouse/Outsourcing) hanya penanda, tidak mengubah rumus.
Rp 0
Uraian
Satuan
Tipe
Vol.
Harga Satuan
Total
B. Biaya Bahan Baku & Cetak Rp
Rp 0
Uraian
Satuan
Vol.
Harga Satuan
Total
C. Biaya Operasional Rp
Rp 0
Uraian
Satuan
Vol.
Harga Satuan
Total
Rumus: modal = A + B + C, ditambah cadangan tak terduga 10%, lalu laba (% bisa diatur) dari total modal untuk mendapat Harga Ideal Konsultasi. Dividen & fee marketing dihitung dari Harga Ideal tersebut.
Ringkasan & Penawaran
Modal bersih (A+B+C)Rp 0
Biaya tak terduga 10%Rp 0
Total Modal (a)Rp 0
β³ Laba dari modal (b)Rp 0
Harga Ideal (c = a+b)Rp 0
Bagi hasil & fee β per proyek
β³ Dividen Principal 1Rp 0
β³ Dividen Principal 2Rp 0
β³ Fee MarketingRp 0
Harga per mΒ²
Nilai Total Penawaran Γ· luas bangunanRp 0
Nilai Deal Γ· luas bangunanβ (Nilai Deal belum diisi)
Nilai Deal (hasil negosiasi)
Acuan 2,5% dari nilai deal: Rp 0
Hasil Akhir
Harga Ideal Konsultasi (c)
Rp 0
Nilai Total Penawaran
Rp 0
β Angka di atas hanya sebaik data yang kamu masukkan sendiri. Cross-check dengan RAB & kondisi pasar sebelum dipakai sebagai penawaran final ke klien.
Analisa Perbandingan: Nilai Deal vs Harga Ideal
Dihitung otomatis begitu kamu mengisi Nilai Deal di atas.
Isi Nilai Deal di atas untuk melihat analisa perbandingannya di sini.
Selisih vs Harga Ideal
Rp 0
0%
Status
β
Margin laba efektif atas nilai deal0%
β³ target margin studio35%
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Tabel di bawah adalah rekonstruksi dari Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa (IAI, edisi 2007) yang dihimpun dari beberapa situs pengurus daerah IAI (Jawa Timur, Bali, Jakarta) β bukan dikutip langsung dari dokumen resmi PDF IAI Pusat. Angka antar-sumber sekunder yang ditemukan sedikit berbeda satu sama lain, jadi perlakukan tabel ini sebagai acuan awal, bukan angka final. Sebelum dipakai untuk kontrak nyata, cek ulang ke IAI cabang setempat untuk versi/pembaruan terkini.
Klasifikasi Bangunan
Persentase honorarium ditentukan oleh kombinasi nilai konstruksi bangunan dan tingkat kompleksitas berikut:
Kategori
Contoh & Definisi
Khusus
Bangunan milik/dibiayai pemerintah β mengikuti ketentuan tarif pemerintah, bukan tabel persentase di bawah.
Sosial
Bangunan non-komersial seperti rumah ibadah, atau rumah tinggal dengan luas di bawah 36 mΒ². Tarif dibatasi maksimum, umumnya untuk bangunan dengan luas β€250 mΒ².
Kategori 1
Kompleksitas rendah β gudang, bengkel, ruko sederhana satu lantai.
Kategori 2
Kompleksitas menengah β apartemen, gedung parkir bertingkat, sekolah, rumah sakit.
Kategori 3
Kompleksitas tinggi β rumah tinggal privat, bandara, museum, bangunan ibadah besar/berkarakter khusus.
Kalkulator Cepat Honorarium IAI
Masukkan nilai konstruksi & pilih kategori β persentase dan estimasi honorarium diambil dari tabel di bawah.
Persentase Berlaku
β
Estimasi Honorarium
Rp 0
β Kategori Sosial menurut pedoman ini hanya berlaku untuk bangunan non-komersial dengan luas maksimum sekitar 250 mΒ². Untuk nilai konstruksi di atas Rp4 miliar, pedoman ini tidak lagi mencantumkan tarif Sosial β pertimbangkan kategori lain.
Tabel Persentase Lengkap
Persentase dari nilai konstruksi bangunan, menurun seiring naiknya nilai konstruksi (regresif).
Nilai Konstruksi
Sosial
Kategori 1
Kategori 2
Kategori 3
Kalkulator terpisah untuk pekerjaan interior β struktur perhitungannya sama seperti tab Fee Arsitek (metode HPP), tapi item & hasilnya berdiri sendiri supaya fee arsitektur dan fee interior tidak tercampur saat menyusun penawaran.
A. Tenaga Kerja Interior Rp
Tambah/hapus baris sesuai struktur tim interior.
Rp 0
Uraian
Satuan
Tipe
Vol.
Harga Satuan
Total
B. Biaya Operasional Interior Rp
Rp 0
Uraian
Satuan
Vol.
Harga Satuan
Total
Rumus: modal = A (Tenaga Kerja) + B (Operasional), ditambah cadangan tak terduga 10%, lalu laba dari total modal untuk Harga Ideal Konsultasi Interior. Material/furnitur tidak dihitung terpisah di sini β masukkan sebagai item di tabel Tenaga Kerja/Operasional kalau perlu, atau catat lewat RAB tersendiri.
Ringkasan & Penawaran Interior
Modal bersih (A+B+C)Rp 0
Biaya tak terduga 10%Rp 0
Total Modal (a)Rp 0
β³ Laba dari modal (b)Rp 0
Harga Ideal (c = a+b)Rp 0
Bagi hasil & fee β per proyek
β³ Dividen Principal 1Rp 0
β³ Dividen Principal 2Rp 0
β³ Fee MarketingRp 0
Harga per mΒ²
Nilai Total Penawaran Γ· luas bangunanRp 0
Nilai Deal Γ· luas bangunanβ (Nilai Deal belum diisi)
Nilai Deal Interior (hasil negosiasi)
Acuan 2,5% dari nilai deal: Rp 0
Hasil Akhir
Harga Ideal Konsultasi Interior (c)
Rp 0
Nilai Total Penawaran Interior
Rp 0
β Angka di atas hanya sebaik data yang kamu masukkan sendiri. Cross-check dengan RAB & kondisi pasar sebelum dipakai sebagai penawaran final ke klien.
Analisa Perbandingan: Nilai Deal vs Harga Ideal (Interior)
Isi Nilai Deal Interior di atas untuk melihat analisa perbandingannya di sini.
Selisih vs Harga Ideal
Rp 0
0%
Status
β
Margin laba efektif atas nilai deal0%
β³ target margin studio35%
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Isi nama layanan, satuan (mis. mΒ², view, paket), volume, dan harga jual per satuan sendiri β totalnya dihitung otomatis dari volume Γ harga, tidak ada rumus lain di baliknya.
Tabel Add-On & Upsell
Nama Layanan / Upsell
Satuan
Vol.
Harga Jual / Satuan
Total
Total Add-On TerpilihRp 0
Sejak digabung dengan metode HPP, biaya proyek di tab ini ditarik otomatis dari Total Modal (a) di tab Fee Arsitek (rincian personel + bahan + operasional + cadangan 10%) β tidak diisi ulang di sini. Nilai Deal juga dari kotak "Nilai Deal" di tab Fee Arsitek.
Biaya & Harga Acuan (dari tab Fee Arsitek)
Total Modal / Biaya Proyek (a)Rp 0
Harga Ideal Konsultasi (c)Rp 0
Nilai Total PenawaranRp 0
Nilai Deal Aktualβ (belum diisi di tab Fee Arsitek)
Isi hanya untuk biaya yang belum tercatat sebagai item di tabel A/B/C tab Fee Arsitek β misalnya biaya dadakan di tengah proyek.
Profitabilitas per Skenario Harga
Skenario Harga
Total Fee
Profit Bersih
Margin %
Rp / Jam
Status
Rp/Jam memakai Total Jam Kerja (info) dari tab Durasi β indikator kasar produktivitas, bukan bagian dari rumus HPP.
Bagi Hasil Profit Bersih
Ini beda dari Dividen & Fee Marketing di tab Fee Arsitek (yang dihitung dari Harga Ideal) β di sini kamu bagi profit bersih (fee dikurangi total modal) menurut skenario harga yang dipilih.
β Total persentase split tidak 100% β sesuaikan supaya seluruh profit bersih terbagi habis.
Principal
Rp 0
Lead Architect
Rp 0
Studio
Rp 0
Tab ini hanya menampilkan ulang (read-only) semua angka yang sudah kamu isi/hitung di tab-tab lain, dirangkum jadi satu laporan biaya. Untuk mengubah angkanya, edit di tab aslinya masing-masing.
Info Proyek
Nama Proyekβ
Jenis Proyekβ
Luas Bangunanβ
Total Durasi Proyekβ
Status Deadlineβ
Timeline Proyek yang Direncanakan
Diambil otomatis dari tab Durasi β otomatis ikut berubah kalau tanggal/durasi tahapan diubah di sana, termasuk saat memakai durasi manual.
Tanggal Mulaiβ
Tanggal Selesai Realistisβ
Deadline Diminta Klienβ
Tahap Proyek
Durasi
Mulai
Selesai
Fee Arsitek
Total Modal (a)Rp 0
Harga Ideal KonsultasiRp 0
Nilai Total PenawaranRp 0
Nilai Dealβ (belum diisi)
Fee Interior
Total Modal (a)Rp 0
Harga Ideal KonsultasiRp 0
Nilai Total PenawaranRp 0
Nilai Dealβ (belum diisi)
Total Gabungan (Arsitek + Interior)
Total Modal GabunganRp 0
Total Harga Ideal GabunganRp 0
Total Nilai Penawaran GabunganRp 0
Total Nilai Deal GabunganRp 0
Nilai Deal gabungan memakai Nilai Deal kalau sudah diisi di tab masing-masing; kalau belum diisi, dihitung sementara memakai Harga Ideal sebagai gantinya.
Add-On & Upsell Terpilih
Belum ada item Add-On yang diisi (nama, volume & harga masih kosong).
Nama Layanan
Volume
Total
Total Add-On TerpilihRp 0
Profit & Bagi Hasil (dari tab Profit)
Total Biaya Proyek (acuan tab Profit)Rp 0
Skenario
Total Fee
Profit Bersih
Margin %
Status
Bagi Hasil Profit Bersih (skenario terpilih di tab Profit)